Distribusi
organisme dipengaruhi oleh sejarah, iklim masa lalu dan susunan
atau bentuk benua-benua dan hubungan ekologis masa lalu dan masa
sekarang, serta semua interaksi satu sama lainnya. Karena kompleksitas
hubungan ini, maka para pakar biogeografi telah cenderung memusatkan
pada salah satu dari dua pendekatan utama terhadap bidang ilmu
ini.
Biogeografi
Sejarah
Menekankan
terutama pada sejarah evolusi (perkembangan) dari kelompok-kelompok
organisme. Dari mana mereka berasal ? Bagaimana mereka menyebar
? Bagaimanakah distribusinya pada masa sekarang dapat menjelaskan
kepada kita tentang sejarahnya masa lalu ?
Biogeografi
Ekologi
Memusatkan
pada interaksi organisme pada saat ini dengan lingkungan fisik
dan interaksi satu sama lainnya serta untuk memahami bagaimana
hubungan-hubungan ini mempengaruhi dimana spesies dan takson yang
lebih luar ditemukan pada masa sekarang.
PENYEBARAN
HEWAN DI INDONESIA
Indonesia
adalah suatu negara kepulauan yang terletak di antara 2 daerah
biogeografi besar, yaitu antara daerah biogeografi Oriental dan
daerah biogeografi Australian.
Didasarkan
kepada sejarah asal wilayah Nusantara beberapa pakar membagi wilayah
Indonesia menjadi beberapa kawasan. Kawasan-kawasan tersebut adalah:
1.
Kawasan Indonesia Barat: meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan.
Hewan-hewannya
menyerupai hewan daerah oriental, misalnya:
gajah,
harimau, orang utan, dan lain-lain.
2.
Kawasan Indonesia Timur: meliputi Irian Jaya dan sekitarnya.
Hewan-hewannya
menyerupai hewan di daerah Australia.
3.
Kawasan Wallacea: meliputi wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan
Maluku,
Sumba, Sumbawa, Lombok dan Timor. Memiliki hewan-hewan
khas
(terutama di Pulau Sulawesi) tidak sama dengan hewan oriental
dan
hewan Australia, misal: Anoa, burung Mako, kera hitam.
FLORA
MALESIANA
Malesiana adalah suatu daerah luas yang meliputi
Malaysia, Indonesia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.
Daerah
ini merupakan wilayah bioma hutan hajan tropika dan memiliki beberapa
jenis tumbuhan yang khas, misal: rotan, jati, cendana, kayu hitam.
Flora
yang ditemukan di daerah ini sangat bervariasi bahkan beberapa
tumbuhan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,
misal: jati, meranti, anggrek, rotan, kayu cendana, makroni dan
lain-lain.